Kami beritahukan bahwa Kami dari mahasiswa D3 2006 dari Temanggung menolak Kunjungan Indutri ke Malang / bali dan kami merasa keberatan dengan Keputusan Pihak UMM dengan Opsi tersebut. Kami bukan menolak masalah Kunjungan Industrinya tetapi kami menolak kenapa harus Di Malang / Bali ?
Pihak UMM ternyata Hanya memberikan Opsi malang-Bali-Bangka belitung yang itu sangat tidak Adil karena Sudah diputuskan ditempat itu kita hanya disuruh untuk memilih mana yang disuka. Kami usulkan Ke Surakarta yang lebih dekat atau ke Jogja ternyata tidak diindahkan dan hanya menjadi Masukan saja. kami memberikan beberapa catatan :
- Bila sudah diputuskan UMM tempatnya kenapa Kita Diajak Dialog masalah ini. Buat apa kita capek-capek mencari tempat yang lebih dekat tetapi hanya didengarkan saja tanpa diolah menjadi keputusan. Agenda hanya disuruh memilih Malang / bali Atau bangka Belitung. Apakah seperti ini demokratisasi di UMM. Kalau disuruh memilih tentunya Orang yang melihat Biaya pasti memilih MALANG, tidak usah diadakan rapat segala.
- Pihak UMM selalu mengemukakan Alasan Keakraban. Secara akal sehat kalau 50% saja menolak ke Bali / Malang tetapi Keputusan tetap kesana Apakah hal itu Bisa disebut KEAKRABAN. Mereka grundel, Sedih, Marah, Jengkel, dan Susah apakah nanti bisa menjadi AKRAB ?. Apakah Kekaraban itu Harus DIPAKSA baru bisa Akrab ?. Ini yang menjadi Pertanyaan sederhana.
- Masalah Alasan dikunjunginya Malang / Bali itu karena keduanya Excelent dan ICT paling Bagus itupun bukan suatu Alasan yang Kuat. tenyata dikunjunginya Forum Nasional oleh Bapak gatot itu adalah Giliran jadi bukan yang terbaik. Disini bukan mencari yang terbaik atau Baik tetapi kita Belajar Secara Nyata apa yang kita Kunjungi itu baik Kelebihan dan kekurangan itu yang menjadi bahan pelajaran bagi kita untuk bisa memeperbaiki di tempat masing-masing.
Sekali Lagi Kami sangat berharap kepada Pak Kasmadi untuk menyelesaikan masalah ini.
best regard
pendamping Perencanaan Disdik Kab. temanggung
Agung Sulistyo
Yusep Afriyanto
Esty prawesty